Proyek peningkatan jalan di sungai lanjut yang dikerjakan oleh CV. Inter Nusa niaga menjadi sorotan

Proyek peningkatan jalan di sungai lanjut yang dikerjakan oleh CV. Inter Nusa niaga menjadi sorotan

TANJAB BARAT- JAMBINTIKA.COM-Warga Sungai Lanjut, kecamatan Tebing Tinggi, kabupaten Tanjab Barat protes pekerjaan CV Inter Nusa Niaga. Pasalnya, proyek peningkatan jalan yang berlokasi di wilayah tersebut telah merusak tanam tumbuh berupa sawit dan pondasi  rumah oleh warga .


 Proyek peningkatan jalan dari sumber dana APBD kabupaten Tanjab Barat, Tahun 2022 dengan nilai anggaran sebesar 3,46 milyar  yang berlokasi di Sungai Lanjut, kecamatan Tebing Tinggi mendapat protes keras dari warga setempat. 


Hal itu diungkap Selamat salah satu warga yang berdomisili di sungai lanjut kecamatan Tebing Tinggi, kabupaten Tanjab Barat. Menurutnya rekanan yang melaksanakan pekerjaan di wilayah nya sangat tidak profesional.


" Tidak profesional pak mereka bekerja, menebang pohon sawit saya tanpa minta izin, dan akibatnya sawit yang ditebang menimpa pondasi  saya, " kata Selamat 


Dia juga meradang karna sampai hari ini tidak ada itikad baik dari pihak kontraktor yang melaksanakan pekerjaan di wilayah tersebut.


" Jangan hanya mencari untung saja, sementara kerugian yang kami alami akibat pekerjaan tersebut tidak diperhatikan, dan sampai sekarang tidak ada kabar, " sebutnya


belum dapat diketahui apa alasan pihak rekanan melakukan tindakan tidak terpuji dengan cara merusak tanam tumbuh serta pondasi rumah warga di sungai lanjut ini


Saat dikonfirmasi melalui konsultan pengawas Ahmad Riyadi melalui pesan WhatsApp mengatakan" pihak renanan sudah berkoordinasi sama kades, dan kades langsung memberitahukan yang punya lahan atau bangunan pondasi.


Sementara saat awak media meminta keterangan melalui via telpon Senin (16/012023)" itu tidak benar pak, tidak ada sama sekali pemberitahuan dari pihak kades maupun dari kontraktor" ujar Roro (anak pak selamet)


Bapak saya saat itu kebetulan sedang berada di parit 12 teluk nilau, sementara saya bolak balik keluar rumah saat itu tidak ada satu pun yang mau memberitahu saya dari pihak desa mau pun dari kontraktor" tutupnya dengan nada sedih


Semoga saja pemerintah daerah kabupaten Tanjab Barat, melalui dinas terkait segera menindak lanjut persoalan ini, supaya tujuan membangun tidak berubah menjadi merusak tanam tumbuh dan pondasi rumah warga. (ARB)