TANJABBARAT -JAMBINTIKA-COM- Mahalnya tarif pemasangan listrik masuk desa (Lisdes) di Desa Tungkal Satu, kecamatan Tungkal Ilir, kabupaten Tanjab Barat mendadak viral diberbagai media sosial dalam sepekan terakhir.
Tidak sesuai rumor yang beredar, warga menjelaskan tarif yang dipatok sudah sesuai kesepakatan dan hasil musyawarah bersama tanpa adanya intervensi dari pihak-pihak lain yang tidak bertanggung jawab.
Hal itu dikatakan Umar salah satu warga Desa Tungkal Satu. Dia mengatakan tidak ada pengaturan atau interpretasi dari pihak mana pun terkait pemasangan instalasi dan kWh di wilayah tersebut.
" Ini murni atas kesepakatan masyarakat berdasarkan hasil musyawarah, jadi tidak ada intervensi dari pihak mana pun, " katanya saat dikonfirmasi media ini, Senin (9/2/2026).
Dia juga menjelaskan, kesepakatan soal harga dan insalatir yang akan melaksanakan pekerjaan juga sudah melalui proses musyawarah dengan seluruh warga yang akan memasang instalasi dan kWh.
" Setelah kami berembuk membentuk panitia baru kembali dilakukan musyawarah untuk menentukan siapa insalatir yang dipilih masyarakat untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, " jelasnya.
Saat ditanya soal informasi yang viral adanya dugaan keterlibatan pihak kecamatan dan desa ikut terkait proses pemasangan instalasi dan kWh ?
" Itu tidak benar pak, yang benarnya adalah kami yang minta pendapat ke kecamatan dan desa soal akan dibentuk nya panitia supaya terhindar dari hal-hal yang dapat merugikan masyarakat dan Alhamdulillah di setujui oleh pihak kecamatan dan desa, " terang ketua Panitia Hermawan (Uti)
Dia juga berharap dengan penjelasan ini tidak ada lagi pihak yang menyebarkan isu tidak benar karena dari awal pembentukan panitia hingga sampai tahapan selanjutnya sudah melalui musyawarah bersama.
" Bahkan pihak insalatir nya juga kita undang untuk menjelaskan langsung pada masyarakat, jadi isu yang berkembang diluar tersebut tidak benar, " tegasnya.
Salah satu ketua RT menerangkan hal serupa bahwa tiada ada persoalan di masyarakat justru masyarakat merasa bersyukur dengan masuknya program Lisdes.
" Kami justru merasa bersyukur dengan adanya program Lisdes ini akhirnya kami dapat menikmati penerangan listrik dari PLN yang sudah puluhan tahun kami idamkan, "ungkapnya.(ARB)

