Tanjab Barat -JAMBINTIKA-COM-Aroma khas serat alam dan riuh rendah tawa penuh keakraban memenuhi ruangan. Memasuki hari kedua pelaksanaan pelatihan kerajinan, semangat ibu-ibu **Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVI Kodim 0419/Tanjab** bukannya surut, justru semakin membara. Fokus utama mereka kali ini adalah menyulap tanaman yang kerap dianggap gulma eceng gondok menjadi keranjang buah estetik bernilai ekonomi tinggi.
Eceng gondok selama ini sering dipandang sebelah mata karena pertumbuhannya yang masif di perairan. Namun, di tangan kreatif anggota Persit Tanjab, tanaman ini bertransformasi. Pelatihan yang memasuki hari kedua ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan sebuah upaya konkret dalam pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan potensi lokal. "Kami ingin membuktikan bahwa bahan yang ada di sekitar kita, jika disentuh dengan kreativitas dan ketekunan, bisa menjadi produk yang tidak hanya cantik secara visual tetapi juga layak jual," ujar salah satu pengurus di sela-sela kegiatan.
Hari kedua merupakan fase krusial. Jika hari pertama diisi dengan pengenalan bahan dan teknik dasar, hari ini para peserta mulai masuk ke tahap **pembentukan kerangka dan detail anyaman**. Membuat keranjang buah membutuhkan tingkat presisi yang lebih tinggi dibandingkan anyaman lembaran biasa. Setiap helai eceng gondok yang telah dikeringkan harus dipilih dengan cermat berdasarkan ketebalan dan kelenturannya. Teknik anyaman yang digunakan pun beragam, mulai dari silang satu hingga motif kepang untuk memperkuat pinggiran keranjang. Kesabaran menjadi kunci utama; satu kesalahan kecil dalam pola bisa membuat bentuk keranjang menjadi tidak simetris.
Menganyam bukan sekadar mengaitkan serat, melainkan menenun kesabaran. Setiap tarikan serat adalah cerminan ketelitian ibu-ibu Persit dalam menciptakan karya terbaik. Estetika Natural yang Tak Lekang Zaman. Mengapa keranjang buah? Tren dekorasi rumah saat ini sedang bergeser ke arah *back to nature* atau gaya *boho-chic*. Keranjang buah dari eceng gondok memiliki tekstur yang unik dan warna cokelat keemasan yang memberikan kesan hangat di meja makan. Dibandingkan dengan plastik, bahan organik ini jauh lebih ramah lingkungan dan memberikan prestise tersendiri bagi pemiliknya.
Hasil karya ibu-ibu Persit KCK Cabang XXVI ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai wadah buah, tetapi juga sebagai elemen dekoratif yang mampu mempercantik ruangan. Desain yang diajarkan dalam pelatihan ini pun terus dimodifikasi, menggabungkan sentuhan tradisional dengan bentuk yang modern dan minimalis
Selain aspek ekonomi dan kreativitas, pelaksanaan hari kedua ini kembali memperlihatkan sisi humanis dari organisasi Persit. Di antara jemari yang lincah menganyam, terjadi pertukaran cerita, pengalaman, dan motivasi. Kegiatan ini menjadi wadah efektif untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota. Dukungan penuh dari Pembina dan Ketua Persit KCK Cabang XXVI Tanjab menjadi bahan bakar utama. Pelatihan ini diharapkan menjadi modal bagi para anggota untuk membuka usaha mikro di rumah masing-masing, sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Menjelang sore hari, bentuk-bentuk keranjang mulai terlihat nyata. Ada kebanggaan terpancar dari wajah para peserta saat melihat tumpukan eceng gondok yang semula kaku kini telah melingkar rapi membentuk wadah yang kokoh. Perjalanan belum usai, masih ada tahap finishing seperti pemberian lapisan pelindung (coating) agar keranjang tahan jamur dan tampak berkilau. Namun, apa yang dicapai pada hari kedua ini telah membuktikan bahwa kemauan untuk belajar dan berinovasi adalah modal utama dalam menciptakan perubahan. Melalui anyaman eceng gondok ini, Persit KCK Cabang XXVI Tanjab tidak hanya melestarikan lingkungan, tetapi juga sedang menenun masa depan yang lebih mandiri dan kreatif. Dari perairan Tanjung Jabung, lahir karya seni yang siap menghiasi setiap sudut hunian dengan keanggunan alami.(ARB)

