Tanjab Barat -JAMBINTIKA-COM-Kabar gembira bagi masyarakat dan pengguna jasa angkutan penyeberangan Ro-Ro Kuala Tungkal. Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Satria Pratama resmi kembali beroperasi melayani lintasan Telaga Punggur (Batam) – Kuala Tungkal mulai Rabu, 27 Mei 2026.
Kembalinya operasional KMP Satria Pratama diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut, khususnya bagi pengguna kendaraan dan penumpang yang selama ini kerap menghadapi antrean panjang di Pelabuhan Penyeberangan Ro-Ro Kuala Tungkal.
Informasi beroperasinya kembali KMP Satria Pratama tersebut berdasarkan surat resmi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepulauan Riau.
Dalam surat bernomor AP.005/3/4/BPTD-KEPRI/2026 tentang persetujuan KMP Satria Pratama masuk jadwal lintasan Telaga Punggur – Kuala Tungkal, disebutkan bahwa kapal tersebut resmi disetujui untuk beroperasi mulai tanggal 27 Mei 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Agus Sumantri, S.HI., M.H., membenarkan informasi tersebut saat dikonfirmasi awak media.
“Iya benar, KMP Satria Pratama kembali beroperasi mulai tanggal 27 Mei 2026. Kemungkinan Kamis, 28 Mei 2026 kapal sudah tiba di Pelabuhan Penyeberangan Ro-Ro Kuala Tungkal,” ujarnya.
Menurut Agus, penambahan armada ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan transportasi laut bagi masyarakat, khususnya pengguna jasa penyeberangan kendaraan roda dua maupun roda empat.
"Kita melakukan sinergi ini untuk mengoptimalkan pelayanan kepada pengguna jasa angkutan laut, khususnya pengguna kendaraan. Dengan adanya tambahan kapal ini diharapkan tidak ada lagi antrean panjang di pelabuhan, bahkan keberangkatan kapal dapat berjalan setiap hari secara lebih maksimal,” tambahnya.
Sebelumnya, pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Ro-Ro Kuala Tungkal hanya mengandalkan dua armada, yakni KMP Sembilang yang melayani lintasan Kuala Tungkal – Batam dan KMP Senangin untuk lintasan Kuala Tungkal – Dabo Singkep.
Kondisi tersebut kerap menyebabkan terjadinya penumpukan kendaraan maupun penumpang pejalan kaki, terutama pada momen libur panjang dan akhir pekan. Keterbatasan armada juga membuat sebagian pengguna jasa harus menunggu hingga berjam-jam bahkan menginap di area pelabuhan akibat kapasitas angkut yang terbatas.
Dengan kembali beroperasinya KMP Satria Pratama, masyarakat diharapkan dapat menikmati layanan transportasi penyeberangan yang lebih nyaman, lancar, dan efisien.
Selain mengurangi antrean kendaraan, kehadiran kapal tambahan ini juga diyakini mampu mendukung aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat antara Kuala Tungkal dan Batam yang selama ini cukup tinggi.
Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjung Jabung Barat juga mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk tetap mematuhi aturan keselamatan pelayaran serta mengikuti jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan demi terciptanya pelayanan transportasi laut yang aman dan tertib. (Tim)

