Sentuhan Warna Mempercantik Hunian, Proses Pengecatan Bawa Progres RTLH Bapak Supiandi ke Angka 90 Persen

Sentuhan Warna Mempercantik Hunian, Proses Pengecatan Bawa Progres RTLH Bapak Supiandi ke Angka 90 Persen

TANJAB TIMUR-JAMBINTIKA-COM- Wujud hunian yang ideal dan nyaman bagi keluarga Bapak Supiandi kini semakin nyata memancarkan keindahannya. Memasuki akhir pekan pada Sabtu (7/11/2026), pengerjaan sasaran fisik bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) unit ketiga dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0419/Tanjab di Desa Merbau, Kecamatan Mendahara, sukses mencatatkan lonjakan progres hingga menyentuh angka 90 persen.


Pencapaian persentase yang sangat signifikan ini menandai masuknya fase finishing atau penyempurnaan akhir, yakni tahapan pengecatan secara menyeluruh. Di lokasi pengerjaan, semangat gotong royong antara personel Satuan Tugas (Satgas) TMMD dan warga setempat terlihat terus menyala. Dengan kuas dan rol cat di tangan, prajurit TNI bersama masyarakat tampak bahu-membahu memoles permukaan dinding Glass Reinforced Concrete (GRC) serta struktur kerangka kayu. Wajah bangunan yang sebelumnya tampak kaku kini perlahan berubah menjadi jauh lebih asri, cerah, dan hidup.


Mengawal langsung tahapan penyempurnaan visual ini, Batih Ter Satgas TMMD memberikan penjelasan teknis mengenai arti penting dari proses pengecatan yang fungsinya jauh melampaui sekadar urusan estetika.


"Alhamdulillah, progres RTLH ketiga milik Bapak Supiandi hari ini sudah melesat ke angka 90 persen. Fokus energi tim kita di lapangan saat ini adalah merampungkan tahapan pengecatan luar dan dalam. Secara teknis, pelapisan cat pada material GRC dan kayu ini adalah bentuk proteksi akhir (final coating). Cairan cat ini akan menyegel rapat pori-pori papan, sehingga permukaannya menjadi lebih kedap air. Langkah perlindungan ini sangat vital untuk mencegah kelembaban merembes masuk, menahan tumbuhnya jamur, serta melindungi dinding dari paparan cuaca ekstrem agar usia pakai bangunan jauh lebih panjang," urai Batih Ter.


Lebih lanjut, ia juga menyoroti aspek psikologis dari sentuhan warna baru tersebut sekaligus memuji kuatnya ikatan kemanunggalan di lapangan. "Aplikasi warna ini sengaja dipilih untuk memberikan efek ruang yang lebih terang, bersih, dan membawa aura positif bagi keluarga Bapak Supiandi nantinya. Kami sangat bangga dan terharu melihat antusiasme warga yang tak pernah surut mengayunkan kuas bersama prajurit hingga target pekerjaan kini hanya menyisakan 10 persen lagi. Kemanunggalan inilah energi utama kita. Kami sangat optimis tahap penyempurnaan akhir ini akan segera tuntas paripurna," pungkasnya dengan tegas.


Melalui sinergitas tanpa lelah antara TNI dan masyarakat Desa Merbau, wujud perlindungan berupa hunian yang kokoh, sehat, dan indah kini tinggal selangkah lagi menuju titik penyelesaian dan siap diserahterimakan.(ARB)