TANJABBARAT-JAMBINTIKA-COM- Sejumlah pekerjaan pembangunan proyek yang dianggakan melalui Dana Desa (DD) Teluk Pengkah, Kecamatan Tebing Tinggi dipastikan bermasalah.
Hasil pemeriksaan tim, Inspektorat Tanjab Barat memastikan adanya temuan dalam kegiatan fisik yang dilaksanakan pada tahun 2025 lalu.
Hal ini dibenarkan Kepal Inspektorat kabupaten Tanjab Barat, melalui Irban 1 Andi saat dikonfirmasi media, Rabu (29/1).
Andi membenarkan jika ada temuan terkait Dana Desa Teluk Pengkah tahun 2025.
" Secara lisan pernah disampaikan oleh tim pemeriksa ke saya jika dana desa Teluk Pengkah ada temuan, " katanya saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Rabu (28/1/2026)
Dia juga menjelaskan, jika tim pemeriksa yang turun kelapangan baru menyampaikan secara lisan sedangkan hasil temuan secara tertulis belum diterima nya.
"Tim baru menyampaikan secara lisan, karna saat juga sedang berlangsung pemeriksaan dilapangan jadi semu tim turun kelapangan, mungkin karna kesibukan itu laporan tertulis belum di sampaikan, " jelasnya.
Pantauan media ini dilapangan, kondisi jalan yang dibangun menggunakan dana desa Tahun 2025 lalu tersebut, kini telah mengalami kerusakan kondisi badan jalan terpantau telah terkelupas dan berlobang. Diduga akibat adanya pengurangan material jenis semen saat pelaksanaan pekerjaan.
Diberirakan sebelumnya, Pengelolaan Dana Desa Teluk Pengkah, Kecamatan Tebing Tinggi diduga bermasalah dan hanya digunakan untuk meraup keuntungan dan kepentingan pribadi dan golongan tertentu.
Pasalnya, hampir semua pengerjaan jalan rabat beton yang dikerjakan menggunakan DD tahun 2025 hasilnya tidak maksimal dan terkesan dibiarkan asal jadi.
Warga yang kecewa meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit anggaran dana desa Teluk Pengkah agar pengelolaanya dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Kami minta BPK turun langsung lakukan audit dana Desa Teluk Pengkah ini, agar kedepan tidak ada lagi pekerjaan seperti ini, " pinta warga.
Menurut warga, hampir semua pekerjaan fisik dari alokasi dana desa tahun 2025 di desa Teluk Pengkah mengalami kerusakan, anehnya kondisi serupa terus berulang tiap tahunnya.
" Bukan cuma yang di RT 05 pak, hampir semua pekerjaan fisik berupa jalan rabat beton di desa sudah rusak, padahal baru berapa bulan selesai dikerjakan, " kata warga.
Warga juga menjelaskan, lemahnya pengawasan pihak terkait serta adanya indikasi rendah nya kualitas pekerjaan mengakibatkan bangunan jalan rabat beton cepat rusak.
" Jika pengawasan nya baik dan mutu pekerjaan juga baik tentu proyek desa tidak mudah rusak, " sebutnya.
Pantauan media dilokasi, jalan rabat beton yang berlokasi di RT 05 Desa Teluk Pengkah dengan volume panjang 210 meter lebar 2,5 meter dengan besaran dana Rp 163. 594.400,- lditemukan dalam kondisi rusak. Badan jalan mulai terkelupas dan berlobang Sementara jalan tersebut baru dibangun pada akhir tahun 2025 lalu.
Sayangnya pihak desa maupun TPK belum dapat dimintai keterangan terkait rusaknya proyek dari alokasi dana desa tahun 2025. Hingga berita ini diterbitkan kepala Desa Teluk Pengkah, Tamrin juga belum dapat dimintai keterangan baik secara langsung maupun melalui sambungan telepon.(ARB)

